Mengapa Mereka Benci RUU Pornografi ?

•September 25, 2008 • Tidak ada Komentar

Berita MetroTV petang, 18 September 2008, mengangkat diskusi ringan soal rencana pengesahan RUU Pornografi. Disana tampil anggota dewan yang anti RUU Pornografi dari Fraksi PDIP dan yang mendukung RUU dari Fraksi PAN. Untuk kesekian kalinya kita membuka halaman debat kusir soal RUU Pornografi (dulu RUU Anti Pornografi Pornoaksi). Tahun 2006 lalu Ummat Islam menggelar “Aksi Sejuta Ummat” di Monas menuntut RUU APP segera disahkan, tetapi realisasinya alot amat. Sebagian kalangan sudah gemas melihat perkembangan media-media pornografi, sementra yang lainnya oke-oke aja.

Untuk melihat perdebatan baru ini, kita perlu lebih jujur memahami konstruksi sikap orang-orang yang anti RUU Pornografi. Istilahnya, “Jangan ada dusta di antara kita.” Hal itu dimaksudkan agar kita tidak keletihan menghadapi alasan-alasan mereka yang terus diperbaharui itu. Ketika satu alasan dibantah, segera muncul alasan berikutnya, termasuk yang paling naif sekalipun.

Begitu terus berlangsung, setiap ada jawaban selalu ada alasan baru. (Kata anak-anak, capek deh!). Dengan memahami desain sikap mereka, akan membantu kita lebih konsisten dengan masalah ini. Semoga Allah Ta’ala memudahkan perjuangan Ummat. Amin.

Disini saya akan ungkap alasan-alasan kalangan anti RUU Pornografi. Sebagai tambahan, pihak-pihak yang menentang RUU itu tidak jauh dari komunitas PDIP, PDS, gerakan SEPILIS, seniman liberal, LSM anti Syariat Islam, Mbah Dur, komunitas gereja, media massa sekuler, dan semisalnya.

Cukup UU dan KUHP
Alasan paling standar dari kalangan anti RUU Pornografi adalah soal UU dan KUHP. Kata mereka, selama ini sudah ada UU Perlindungan Anak, ada KUHP, dll. Sudah banyak produk UU yang bisa digunakan untuk menjerat media-media pornografi dan model-model yang menjadi pelaku porno aksi. “Sudah pake aja UU yang ada. Tak usah bikin UU baru. Yang sudah aja manfaatkan sebaik mungkin, itu sudah cukup!” kata mereka.

Cara mematahkan alasan di atas sangat mudah, yaitu: “Kalau memang semua UU itu efektif bisa mencegah penyebaran media pornografi, mengapa sampai saat ini masih banyak produk-produk pornografi beredar luas? Itu artinya UU-nya mandul, sebab tidak mengatur masalah ini secara spesifik.”

Mereka akan balik membantah, “Ya, itu artinya penegakan hukumnya yang lemah, bukan UU-nya yang salah! Jangan salahkan UU-nya, tapi salahnya penegakan hukumnya yang lemah.”

Kita pun bisa menjawab balik, yaitu:
“Pertama, Anda katakan penegakan hukum lemah. Berarti disini ada pihak-pihak yang tidak menunaikan amanah hukum dengan baik. Pihak itu bisa kepolisian, kejaksaan, atau kehakiman. Mereka bisa disebut telah melanggar hukum karena tidak melaksanakan amanah penegakan hukum dengan baik. Kalau begitu apakah Anda telah menuduh kepolisian, kejaksaan, dan kehakiman telah melanggar hukum karena tidak melaksanakan UU/KUHP dengan benar? Tolong Anda sebutkan bukti-bukti pelanggaran hukum mereka, karena tidak menegakkan hukum secara baik! Kalau ada bukti-buktinya, hal itu bisa menjadi modal melakukan class action untuk menuntut tanggung-jawab mereka.”

“Kedua, UU atau KUHP yang ada saat ini hanya memberikan aturan yang sifatnya general (umum), sehingga tidak efektif lagi untuk menghadapi realitas perkembangan media pornografi, teknologi yang dipakai di dalamnya, modus penyebaran, pelaku, motiv bisnis dan sebagainya. Realitasnya sudah sangat komplek, tetapi ketentuan-ketentuan hukum yang digunakan sudah ketinggalan jaman. Bayangkan, untuk fenomena pornografi yang telah sedemikian rumit hanya cukup dihadapi dengan beberapa gelintir pasal saja. Itu menunjukkan bahwa bangsa kita tidak memiliki komitmen moral. Soal moral hanya omong kosong doang!”

Kalau mereka terus beralasan dengan lemahnya penegakan hukum, mereka harus tunjukkan bukti-bukti kongkretnya kelemahan itu, jangan hanya teori saja. Tunjukkan bagaimana kasusnya, apa buktinya, siapa pelaku “kelemahan penegakan hukum” itu! Sekali lagi, jangan omdo atau omkos!

Masyarakat Bali dan Papua

Ini alasan lain, soal Bali. “Bagaimana dengan di Bali? Bukankah disana banyak turis-turis manca negara yang berpakaian minim? Kalau mereka dituduh pornoaksi, berarti pariwisata di Bali bisa hancur, dong? Wong selama ini mereka dapat makan dari pakaian-pakaian minim itu,” kata mereka.

Sebenarnya, hal ini sudah dijawab oleh para anggota dewan yang ikut merumuskan RUU Pornografi. Katanya, dalam implementasi UU Pornografi di lapangan akan disesuaikan dengan kebijakan spesifik setiap daerah. UU Pornografi dianggap sebagai rujukan umum, lalu implementasinya disesuaikan kondisi masyarakat setempat. Tradisi moralitas masyarakat setempat menjadi pertimbangan dalam implementasi UU tersebut di lapangan. Artinya, nanti diperlukan Perda (Peraturan Daerah) yang akan merinci penerapan UU Pornografi di lapangan.

Kemudian, mereka berasalan dengan masyarakat Papua yang masih memakai koteka. “Wah, gimana kalau pelaku porno aksi ditangkap? Nanti laki-laki Papua akan ditangkapi karena mereka memakai koteka? Ini sama saja dengan merusak Bhineka Tunggal Ika, merongrong keutuhan bangsa, merusak kekayaan budaya bangsa.”

Sama saja, seperti kondisi Bali di atas. Hal ini menyangkut situasi spesifik yang umum berlaku di suatu tempat. Di Bali banyak bule berpakaian minim dengan alasan pariwisata. Sementara di Papua, alasannya sikap berbudaya masyarakat masih cenderung primitif. Termasuk di daerah pedalaman suku tertentu, adat berpakaiannya juga bersifat minimalis. Kenyataan-kenyataan seperti ini dikembalikan kepada kebijakan Pemda setempat untuk menetapkan Perda yang lebih relevan dengan daerah masing-masing. “Gitu aja kok repot,” kata Si Mbah Dur.

UU Pornografi ini sangat penting sebagai benteng moral bagi mayoritas masyarakat perkotaan yang umumnya Muslim. Merekalah yang selama ini menjadi sasaran rawan penyebaran pornografi. Jumlah mereka mayoritas, sehingga jangan karena kepentingan minoritas (di Bali atau Papua), lalu kita korbankan moralitas masyarakat mayoritas itu. Jika seperti itu, lalu dimana keadilan? Dimana proporsionalitas? Dimana demokrasi yang mereka agung-agungkan? Bukankah disana ada PDIP? Apa arti huruf “D” pada nama PDIP?

Mengekang Kebebasan Seniman

Selanjutnya, alasan kebebasan ekspresi. “RUU Pornografi jelas memasung kebebasan para seniman. Mereka tidak bisa berekspresi secara bebas, padahal seni itu kebebasan. Seni akan kehilangan ruh-nya kalau dikekang dengan aturan-aturan moral. Seni dan moral adalah dua hal berbeda, jangan dicampur-adukkan. RUU macam itu pasti akan menghambat kreasi dan ekspresi para seniman!” kata mereka.

Mungkin, orang-orang itu termasuk komunitas yang mengagamakan seni. Seni dianggap sebagai agama, yaitu standar nilai yang paling tinggi. Sedangkan kita adalah Ummat beragama, kita tidak memandang seni di atas segala-galanya. Kita Muslim (atau ummat beragama tertentu), sementara mereka menyembah seni. Dan alhamdulillah, sejak awal negara ini bukan negara ateis tetapi negara beragama. Lihatlah sila pertama Pancasila, “Ketuhanan yang Maha Esa!”

Para seniman yang mengagung-agungkan seni itu, mereka boleh memuaskan kehendaknya jika dasar negara kita berbunyi, “Kesenian yang maha kuasa!” Nah, kalau dasarnya seperti itu, silakan mereka berpuas-puas diri dengan kebebasan seni tanpa kendali. Dan ironinya, orang-orang sengak ini sering menuduh aktivis Islam sebagai “anti Pancasila”. Siapa yang ngomong, siapa yang bohong?

Sebenarnya, kalau orang-orang beragama seni ini ingin kebebasan mutlak dalam berkesenian. Hal itu silakan saja, asal untuk diri mereka sendiri, secara tertutup, tidak disebarkan di tengah masyarakat. Misalnya, Ayu Utami, Rieke Dyah, Dian Sastro, dll. mau memuaskan ekspresi seninya, silakan di komunitas sendiri, tidak perlu disebar ke masyarakat luas. Kalau masuk domain masyarakat luas, jelas kami akan sangat keberatan. Kami masyarakat beragama, bukan para penyembah seni. Seni hanyalah sub kehidupan, bukan inti kehidupan.

Lagi pula, disini tampak ketidak-jujuran para seniman sengak ini. Misalnya, mereka ingin diberi kebebasan menggambar tubuh wanita telanjang, tanpa sehelai benang. Kalau ditanya, mengapa harus obyek seperti itu? Jawabnya, “Ini adalah ekspresi kebebasan seni. Seni itu bebas, suka-suka kita mau menggambar apa saja. Moral tidak boleh bicara disini.” Seolah, demi seni mereka bebas berekspresi, tak perlu dikekang oleh aturan apapun. Tetapi, alasan itu sebenarnya dicari-cari saja. Intinya, otak mereka ngeres, suka panorama-panorama seksual, lalu diungkapkan dengan teori macam-macam. Intinya sex fantasy, tetapi teorinya rumit-rumit.

Coba kita tanya, “Kalau memang kebebasan, mengapa tidak menggambar hewan telanjang? Bisa jadi disana juga ada keindahan?” Mereka akan menjawab, “Oh tidak bisa, ini selera manusia, obyeknya juga manusia.” Lalu kita tanyakan lagi, “Kalau alasannya manusia, mengapa harus selalu kaum wanita yang menjadi onyek?” Mereka akan menjawab, “Tidak, pada diri kaum wanita ada potensi kekuatan seni yang hebat. Kaum laki-laki tidak memilikinya.” Dan terakhir kita kunci akal mereka, “Kalau memang harus wanita, mengapa tidak menggambar nenek-nenek tua, anak-anak perempuan balita atau bayi-bayi kecil?” Bahkan seandainya mereka setuju dengan menggambar nenek-nenek, balita, atau bayi perempuan, kita masih punya satu pertanyaan lagi, “Mengapa obyek yang dipakai selalu orang lain? Mengapa Anda tidak pernah memakai keluarga Anda sendiri sebagai obyek?”

Pertanyaan di atas bukan maksudnya menyuruh mereka menggambar obyek-obyek itu. Tidak sama sekali. Ia hanya sekedar test kejujuran untuk mengejar motivasi asli para seniman itu. Ternyata disana ada sex fantasy, tidak lebih. Soal teori kebebasan, keindahan, ekspresi, dll. itu cumeng (cuma tameng!). Kalau ada perempuan-perempuan ikut ngeyel mendukung kebebasan seni itu, biasanya mereka termasuk perempuan yang “sudah tinggal ampas” saja.

Alasan Anggota Dewan PDIP

Menarik mencermati alasan dua orang anggota dewan PDIP. Satu orang disampaikan dalam acara “Debat TVOne”, satu lagi dalam dialog ringan di MetroTV petang yang telah disebut di bagian awal.

Alasan pertama, jika UU Pornografi diberlakukan tidak otomatis akan mengerem penyimpangan moral pelaku-pelaku pornografi. Menurut sebuah data, di Swedia yang tidak ada larangan pornografi terbukti angka kasus pemerkosaan kecil. Sementara di Timur Tengah yang memberi restriksi ketat antara hubungan laki-laki perempuan, disana justru marak pemerkosaan. Musdah Mulia (muftinya kaum homoseks) mendukung data itu sambil mengatakan, restriksi tidak otomatis menekan angka pelanggaran seksual. Kurang lebih seperti itu.

Jawaban yang bisa diberikan: “Kalau ada UU Pornografi saja tidak mampu mengerem, apalagi kalau tidak ada? Lagi pula, kan UU itu belum disahkan, belum diundangkan, mengapa sudah mengadili sedemikian rupa? Mengapa tidak diberi kesempatan dulu dilaksanakan, misalnya selama 15 tahun? Jika hasilnya sukses, UU itu dipertahankan; jika tidak sukses, ia diperbaiki. Mudah kan? Gitu aja kok repot!” Lagi-lagi harus meminjam istilah Si Mbah.

Soal data perbedaan realitas sosial di Swedia dan Timur Tengah. Ya, data tersebut harus dikemukakan secara jelas, jangan hanya mengatakan, “Kami memiliki data anu!” Ungkapkanlah, biar kita sama-sama bisa melihat. Kalau perlu posting di internet, biar bisa dilihat secara keroyokan.

Begini Bu Dewan, kalau mengungkap data jangan setengah-setengah, tetapi harus menyeluruh. Misalnya, perbedaan angka pemerkosaan di Swedia dan Arab Saudi. Dua negara ini secara garis besar sudah berbeda. Arab Saudi itu luas, mungkin bisa mencapai 10 kali luas Swedia. Penduduknya juga jauh lebih banyak, sekitar 25 juta jiwa. Jelas, dari dua data berbeda, akan menghasilkan angka berbeda pula.

Bisa jadi di Swedia tidak ada pemerkosaan. Tetapi jangan gegabah memahaminya! Disana pemerkosaan tidak terjadi, sebab memang kebebasan seks diperbolehkan, bahkan pelacuran, juga mungkin homoseks. Membandingkan dengan Arab Saudi, jauh sekali. Jangankan pelacuran, perzinahan, apalagi homoseks, hijab untuk memisahkan komunitas wanita dan laki-laki diterapkan disana. Jadi tidak adil membandingkan negara liberal yang menghalalkan kebebasan seks, dengan yang menerapkan Syariat Islam. Swedia mungkin tidak butuh pemerkosaan, sebab hukum negara sudah membolehkan seks apa saja.

Kalau di Saudi, biasanya pelaku pemerkosaan itu terjadi karena tiga sebab: Satu, pihak pelaku telah sangat terpengaruh oleh budaya Barat, saat mereka berlibur ke negara Barat, membaca majalah, mengakses internet, atau melihat TV-TV di Barat melalui parabola. Dua, adanya wanita-wanita asing di tengah keluarga-keluarga Saudi, yaitu dari kalangan TKW. Namanya manusia, suatu saat bisa khilaf ketika misalnya melihat ada “rok tersingkap”. Oleh karena itu, biar tidak merusak negara lain, sebaiknya program TKW distop saja. PDIP bisa diminta bantuan untuk menghentikan program itu. Tiga, karena agresitifitas korban wanitanya. Banyak orang mengatakan, bahwa korban-korban itu kerap berpenampilan menggoda di depan majikan atau anak-anaknya.

Kemudian alasan satu lagi dari wakil PDIP, yaitu: “Dalam UU Pornografi terdapat aturan tentang keterlibatan masyarakat untuk mencegah pornografi, hal itu akan melahirkan polisi-polisi swasta.” Mungkin yang dimaksud polisi swasta disini adalah organisasi Islam seperti FPI.

Namanya UU, ia dibuat untuk mengatur, biar masyarakat tidak anarkhis. Perbuatan anarkhis muncul justru karena tidak ada UU-nya. Kalau sudah ada UU, tindakan anarkhis tidak diperlukan lagi. Tetapi dalam implementasi UU Pornografi, bahkan UU apapun, keterlibatan masyarakat dibutuhkan untuk menunjang penegakan UU itu. Tanpa keterlibatan masyarakat, sulit UU akan berjalan baik. Hanya batas keterlibatan itu bukan untuk menangkap, merampas, memborgol orang, memukuli, memenjarakan, dan seterusnya. Cakupanya paling sebatas melaporkan pelaku, mengumpulkan bukti-bukti, atau menasehati pelaku agar tidak melakukan ini itu. Semua itu sebatas wewenang rakyat biasa, bukan mengambil tugas polisi.

Anti Hukum Islami

Sebelum UU Pornografi diundangkan, Fraksi PDIP dan PDS tidak ikut terlibat sidang untuk mengesahkannya. Dan banyak lagi yang menentang UU tersebut dari kekuatan-kekuatan di luar parlemen, termasuk kalangan gereja.

Kalau mau jujur, sebenarnya orang-orang itu tidak anti dengan gerakan pemberantasan pornografi. Di kalangan gereja sendiri, pornografi menjadi masalah anak muda yang memusingkan juga. Di rumah-rumah mereka sendiri, pasti anak-anaknya akan dilarang mengakses situs-situs porno yang berisi pose-pose wanita telanjang, gambar alat seksual, adegan senggama, dst. Pasti dan pasti mereka akan merasa jijik dengan semua itu. Kecuali kalau moralnya sudah sama-sama rusaknya.

Tetapi mengapa mereka seperti benci sekali dengan UU Pornografi, padahal kalau disahkan pasti akan menguntungkan keluarga mereka juga?

Alasannya sederhana, UU Pornografi dianggap identik dengan “Perda-perda Syariah”, yaitu aturan-aturan yang bernuansa Hukum Islam. Itu sebenarnya intinya. Mereka ketakutan, kalau UU Pornografi diloloskan, nanti kalangan aktivis Islam akan menuntut yang lain lagi, misalnya pendirian Bank Sentral Syariah, pendirian Mahkamah Hukum Pidana Syariah, penggantian Pancasila dengan Rukun Islam, penggantian UUD 1945 dengan Al Qur’an dan Sunnah, dan ujungnya berdirilah Negara Islam Indonesia (NII). (Sambil mereka bayangkan, atas semua itu para aktivis Islam akan tertawa lebar-lebar…ha ha ha. Seperti dalam film kartun bajak laut).

Mereka anggap UU Pornografi ini sebagai kendaraan yang ujung-ujungnya ialah mendirikan Negara Islam di Indonesia. Mereka semua ketakutan, sebab kalau berdiri Negara Islam, mereka khawatir nanti setiap orang non Muslim akan dipancungi satu per satu; setiap orang wajib shalat lima waktu, mereka akan didampingi polisi yang akan terus memantau gerak-geriknya selama 24 jam, kalau sekali mereka berbuat salah, langsung dihukum berat, seperti dipukul, dipotong tangan, digantung, atau dirajam. Pendek kata, mereka telah terserang horor sangat mengerikan, sebab kebanyakan membaca Nights Mare.

Bagi kalangan kapitalis, penegakan Syariat Islam (apalagi pendirian Negara Islam) lebih mengerikan lagi. Mereka akan berbuat apapun untuk menghalangi semua itu, sebab hal ini menyangkut masa depan eksploitasi ekonomi di Indonesia. Keberadaan Syariat Islam bisa dianggap sebagai barrier (dinding) yang sangat berbahaya. Para kapitalis juga ada di balik gerakan anti RUU Pornografi ini.

Sebenarnya itu alasannya. Maka tidak heran jika kalangan gereja mendukung penuh gerakan anti RUU Pornografi itu. Disini pula kita bisa memahami mengapa Si Mbah Dur sangat emosi dengan RUU tersebut. Padahal setahu saya, pihak-pihak di parlemen itu tidak ada satu pun yang secara bicara tentang Syariat Islam. Rata-rata bicara substansi moral, bukan soal Syariat. Bahkan, kalangan PAN sendiri seperti dikatakan Sutrisno Bachir, lebih suka dengan Islam inklusif bukan Islam pro Syariat Islam. Para pendukung Syariat Islam umumnya ada di luar parlemen, bukan di dalam. Ini yang tidak dipahami oleh orang-orang anti UU Pornografi.

Tapi ya terserah bagaimanapun keinginan mereka. Setuju silakan, tidak juga tidak mengapa. Nanti pada akhirnya, kalau tidak ada kata sepakat, ya harus voting. Mudah-mudahan dalam voting, suara anggota dewan bermoral bisa mengalahkan yang anti moral. Allahumma amin.

Dilema Gerakan Islam

Ada sebuah tulisan menarik di majalah Sabili, beberapa waktu lalu. Ia ditulis oleh Hery Nurdi, Pemred Sabili. Dalam tulisan itu Hery menyorot sebuah kasus menarik di parlemen Turki. Singkat cerita ada seorang anggota parlemen dari PKP Turki yang mengajukan proposal tentang pentingnya kaum wanita Turki diperbolehkan memakai jilbab. Anggota dewan itu wanita dan tidak berjilbab, dalam proposalnya dia tidak memakai dalil-dalil Syariat tetapi mengumpulkan data-data realitas sosial dari berbagai sumber. Meskipun titik-tolaknya moralitas, tetap saja proposal itu ditolak, sebab dituduh berbau Islam.

Kenyataan di atas sangat sering terjadi di Indonesia. Meskipun kita membawa ide-ide moral murni, tanpa embel-embel Syariat Islam, ia bisa dicurigai sebagai bagian dari upaya Islamisasi. Kalau mau jujur, Soeharto dijatuhkan tahun 1998 lalu juga karena tuduhan dia mendukung Islamisasi, dan para mayoritas aktivis Islam mendukung penjatuhan Soeharto tersebut. Dan kini, sekedar untuk meloloskan UU Pornografi saja, susahnya setengah mati.

Gerakan moral untuk kebaikan masyarakat selalu dituduh Islamisasi. Penuduhnya tidak jauh-jauh, yaitu komunitas Islam phobia yang sejak tanggal 18 Agustus 1945 sampai saat ini tidak kenal lelah menentang setiap yang menguntungkan Ummat Islam. Semua ini hanyalah “parade perlawanan” yang dipertahankan dari generasi ke generasi. Wajah dan bentuknya bisa beda, tetapi esensinya sama.

Saya tertarik dengan pemikiran Hery Nurdi. “Tidak memakai label Islam dituduh pro Syariat Islam, berlabel Islam dituduh Islamisasi. Jadi, mengapa tidak sekalian saja terang-terangan membela Islam? Toh, berlabel Islam atau tidak, tetap saja kita dituduh,” begitu kurang lebih logika Hery. Saya kira, ada benarnya juga pemikiran itu. Sudahlah, ke depan kita tidak usah basa-basi lagi. Langsung saja, lugas, tegas, tidak multi tafsir. Sebut saja, “Kami membela Islam! Titik!” Nah, cara demikian kayaknya lebih OK. Daripada terus paranoid, lebih baik sekalian mengaku membela Islam. Percuma “bermain cantik”, kalau akhirnya dicurigai juga. Soal nanti bagaimana hitam-putihnya di parlemen, ya itu dikembalikan ke skill politik masing-masing.

Lagi pula, secara akidah, percayakah Anda bahwa orang-orang Islam phobia itu memiliki hati yang tulus, sifat pemurah, kasih-sayang, empati tinggi, rasa keadilan, dan sebagainya? Siapa yang mengatakan hal itu? Apakah Allah dan Rasul-Nya? Sungguh wajar apa yang mereka lakukan selama ini, wong memang stelan hatinya sudah seperti itu (kecuali yang diberi hidayah oleh Allah). Sampai kapan Anda berharap mereka akan lembut hatinya, pro nilai-nilai Islami? Kalau pro, mereka tentu tidak akan bersikap phobia terhadap Islam. Phobia = anti, iya tho?

Terimakasih Pak Hery, moga idenya bisa ditangkap oleh wakil-wakil gerakan Islam di Parlemen. Walhamdulillah Rabbil ‘alamin. Wallahu a’lam bisshawaab.

Bandung, 20 Ramadhan 1429 H.

Abu Muhammad Waskito.

Sumber : http://abisyakir.wordpress.com

Serangan Bom Hotel Marriot, Balasan Atas Kerjasama Pakistan dengan AS

•September 22, 2008 • Tidak ada Komentar

Serangan bom bunuh diri melulululantakkan Hotel Marriot di ibukota Pakistan, Islamabad, menewaskan 60 orang dan 200 orang cedera. Para analis mengatakan, serangan bom itu merupakan pesan dari kelompok pro-Taliban bahwa Pakistan harus membayar mahal kerjasamanya dengan AS dalam “perang melawan teror” serta operasi-operasi militernya ke pedalaman untuk memberangus kelompok-kelompok Taliban.

Talat Masood, seorang pensiunan jenderal Pakistan berpendapat, serangan bom di Hotel Marriot bisa jadi reaksi atas serangan-serangan misil pasukan AS di pedalaman Pakistan yang menyebabkan kaum perempuan dan anak-anak menjadi korban. “Ini adalah pesan yang sangat jelas para militan pada pemerintah Pakistan, jika Pakistan bisa ditekan oleh Amerika maka mereka (militan) juga bisa melakukan tekanan pada pemerintah Pakistan,” kata Masood.

Analis masalah-masalah keamanan dari Islamabad, Hamid Mir menuding pimpinan Taliban di Pakistan Baitullah Mehsud sebagai dalang dari serangan bom di Hotel Marriot. “Para militan yang loyal pada Mehsud kerap menjadikan pasukan Pakistan dan warga sipil sebagai target serangan mereka, terutama setelah operasi militer Pakistan ke wilayah Bajur,” kata Mir.

Operasi militer Pakistan ke wilayah beberapa waktu lalu, menyebabkan warga sipil termasuk anak-anak dan perempuan menjadi korban dan memicu kebencian mereka pada pemerintah Pakistan. “Masyarakat Pakistan di pedalaman itu sangat marah dengan pemerintah Pakistan. Mereka juga berpikir Pakistan cuma diam melihat aksi-aksi pengeboman yang menewaskan warga sipil di Pakistan,” tukas Mir.

Masood dan Mir juga menyakini, serangan bom ke Hotel Marriot juga sebagai reaksi atas dukungan Pakistan terhadap “perang melawan teror” yang dikampanyekan AS.  “Kelompok-kelompok militan itu memilih untuk melakukan serangan, kecuali pemerintah Pakistan bersikap untuk tidak lagi mengikuti kebijakan-kebijakan AS,” ujar Masood.

Menurutnya, rakyat Pakistan merasa bahwa “perang melawan teror” yang dikampanyekan AS bukanlah perang mereka. Apalagi belakangan, pasukan AS yang berbasis di Afghanistan malah melakukan sejumlah serangan bom ke wilayah Pakistan di perbatasan.
 
Serangan Bom Terburuk

Ledakan yang terjadi pada Sabtu (20/9) berasal dari sebuah truk yang berisi bahan peledak. Ledakan itu menyebabkan bagian depan hotel hancur dan pipa-pipa gas pecah sehingga menimbulkan kebakaran besar. Para tamu hotel yang berada di lantai atas hotel, banyak yang terjun ke bawah untuk menyelamatkan diri dari jilatan api, sehingga banyak diantara mereka yang tewas.

Menurut Menteri Dalam Negeri Pakistan, ada dua warga negara asing yang tewas. Sementara keterangan pihak rumah sakit menyebutkan ada lima warga negara asing yang luka-luka, termasuk seorang diplomat asal Denmark. Duta Besar Saudi menyatakan lima warga negaranya hilang dan belum diketahui nasibnya.

Ledakan bom yang terjadi di Hotel Marriot merupakan serangan bom terburuk yang pernah terjadi di ibukota Pakistan. Melihat dampak ledakan, diduga bahan peledak yang digunakan besarnya lebih dari satu ton dan aparat kepolisian mengkhawatirkan Hotel Marriot akan roboh akibat ledakan dan kebakaran besar itu.

Sejumlah saksi mata mengungkapkan kengerian yang terjadi di lokasi ledakan. Staff dan tamu hotel berlarian untuk menghindarkan diri dari pecahan kaca. Mayat-mayat yang berlumuran darah bertebaran diantara reruntuhan-reruntuhan bangunan hotel. Hotel Marriot adalah hotel termewah di Pakistan yang menjadi pilihan tempat menginap warga negara asing dan kalangan elit Pakistan.

Sumber : eramuslim.com [Minggu, 21 Sep 2008]

Perancis Akan Putuskan Nasib Tentaranya di Afghanistan

•September 22, 2008 • Tidak ada Komentar

Para anggota parlemen Perancis akan memutuskan Senin (22/9)  apakah akan mempertahankan tentara Perancis di Afghanistan setelah 10 tentara mereka tewas di negara itu, dan memunculkan pertanyaan mengenai kehadiran Perancis di Afghanistan yang kian keras.

Dua majelis parlemen, yang didominasi oleh partai Presiden Nicolas Sarkozy, diperkirakan akan mendukung  kesatuan beranggotakan 2.600 tentara itu untuk tetap berada di Afghanistan. Kesatuan tentara Perancis adalah salah satu yang terbesar dalam misi di Afghanistan–pimpinan Pakta Pertahanan Atlantik Utara.

Namun pembicaraan heboh terjadi setelah surat kabar Globe and Mail Kanada mengutip sebuah laporan “rahasia” NATO pada akhir pekan yang mengatakan pejuang Taliban yang menyerang tentara Perancis pada 18 Agustus bersenjata lebih baik ketimbang musuh mereka.

NATO dan staf jenderal Perancis membantah bahwa laporan seperti itu ada. Serangan yang meningkat di bagian timur Kabul adalah serangan darat paling mematikan terhadap tentara internasional sejak mereka dikirim ke Afghanistan pada 2001 untuk mengusir rezim garis keras Taliban
.
Menurut Globe and Mail, ke 30 prajurit terjun payung itu kehabisan peluru dan tidak memiliki peralatan komunikasi yang lebih baik, sehingga memaksa mereka menghentikan pertempuran setelah 90 menit.

Tentara itu hanya memiliki satu radio, yang dengan cepat terhenti, dan menyebabkan mereka tidak dapat meminta dukungan udara, sementara pejuang Taliban menggunakan peluru pembakar yang mampu menembakkan lubang di kendaraan lapis baja,

Namun seorang jurubicara militer Perancis membantah laporan itu, dengan mengatakan tidak ada kekurangan peluru dan bahwa kontak radio hanya hilang sebentar setelah seorang tentara yang membawa peralatan tewas.

“Kami senantiasa dapat membalas serangan Taliban. Pasokan telah diterbangkan oleh helikopter pada saat pertempuran yang berakhir sembilan jam,” kata jurubicara kepala staf angkatan bersenjata Kapten Christophe Prazuck.

“Saya dalam posisi untuk mengatakan bahwa tidak ada laporan seperti itu, dari NATO ataupun dari ISAF (Pasukan Bantuan Keamanan Internasional pimpinan-NATO) di Afghanistan,” kata jurubicara aliansi James Appathurai di Brussels.

PM Francois Fillon akan berpidato pada parlemen untuk memunculkan kasus keterlibatan berlanjut, dan mempertahankan keputusan awal tahun ini untuk mengirim 700 tentara tambahan ke Afghanistan. Fillon akan memguraikan langkah keamanan tambahan bagi tentara Perancis, menarik pelajaran dari serangan tersebut yang mana 10 tentara tewas dan 21 tentara yang lain luka-luka.

“Tak dapat dibayangkan bahwa Perancis, salah satu anggota Dewan Keamanan PBB, kekuatan kelima dunia, akan merenung untuk mundur,” ujar Menteri Pertahanan Herve Morin, pekan lalu.

Satu jajak pendapat yang dipublikasikan setelah serangan bulan lalu menunjukkan 55 persen dari rakyat Perancis mendukung penarikan (tentara) dari Afghanistan. Sejumlah pengkritik menyebut keterlibatan Perancis di Afghanistan sebagai pertanda yang mengkhawatirkan dari persekutuan Perancis dengan kebijakan AS di bawah Sarkozy, yang dianggap pro-Amerika dibanding pendulunya Jacques Chirac.

Keprihatinan meningkat akibat situasi tidak stabil di Pakistan yang berdekatan (dengan Afghanistan), tempat serangan bom bunuh diri di sebuah hotel di Islamabad  Sabtu (20/9) lalu dan menewaskan hampir 60 orang.

Sekitar 70.000 tentara internasional — 40.000 dari mereka di bawah komando NATO — sedang membantu Afghanistan memerangi Taliban yang terusir dari Kabul dalam invasi pimpinan-AS setelah serangan 11 September 2001 di Amerika. Sementara sisa tentara lain–yang belum lama ini melakukan serangan melintasi perbatasan–terpisah di bawah komando-AS. Serangan itu telah memicu protes kemarahan dari pemerintah Pakistan.

Sumber : www.arrahmah.com [Senin 22 Sep, 11:59 AM]

The New of Taliban

•September 22, 2008 • Tidak ada Komentar

KABUL (Arrahmah.com) – Pejabat-pejabat dari beberapa area menyebarkan surat kepada pejabat lokal, website-website dan beberapa piranti propaganda lainnya, mengatakan, “Taliban baru kini telah muncul di Afghanistan”.
“Ini bukanlah Taliban dari waktu Emirat.  Ini merupakan satu generasi terbaru,” ujar Waheed Modja, ajudan kementrian di bawah Taliban Islamic Emirat yang berkuasa di Afghanistan pada tahun 1996-2001.

“Mereka lebih di didik, dan mereka tidka menghukum orang-orang yang memiliki CD dan kaset,” lanjutnya.

Kini, Taliban memiliki satu tingkat lebih baik dari organisasi-organisasi normal.

Taliban pernah berkuasa di Afghanistan sejak 1996 sampai 2001, namun Negara penjajah AS datang dan menggulingkan kekuasaan sejak peristiwa 911.

Sejak itulah Taliban memulai perjuangannya melakukan perang gerilya melawan tentara-tentara kafir yang didukung oleh pemerintahan Hamid Karzai.

Laporan terbaru oleh Senlis Souncil mengatakan Taliban telah tumbuh dan berkembang, kehadiran Taliban lebih dari separuh wilayah Afghanistan.

Kecerdasan

Taliban baru juga tumbuh secara teknologi, Taliban memiliki perangkat-perangkat berteknologi tinggi dan mesin-mesin online tercanggih.

Kini, Taliban pun melakukan pergerakan di dunia maya 24 jam penuh.  Melakukan propaganda-propaganda dahsyat, menyebarkan berita atas peristiwa yang terjadi lebih cepat dari media militer asing dan pemerintahan Afghanistan. 

“Kami mengakui tidak memenangkan peperangan informasi, dan kami akan membalikkan keadaan tersebut,” ujar Brigadir Jenderal Richard Blanchette, juru bicara tentara NATO.

Media Taliban menjelaskan secara detail kecelakaan-kecelakaan yang terjadi terhadap warga sipil yang ditimbulkan oleh tentara kafir AS dan NATO.

Dengan cepat peristiwa-peristiwa tersebut disiarkan, membuat militer kafir tidak mampu berkutik, dan mereka akan membuat alibi beberapa hari setelahnya.

Bulan lalu, lebih dari 90 warga sipil Afghanistan tewas dalam serangan yang dilakukan tentara kafir AS, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak dan perempuan.

“Taliban baru memiliki keinginan mengusir keluar angkatan perang asing dari Afghanistan dan negeri-negeri Muslim lainnya,” ujar modja.

Sumber : www.arrahmah.com [Senin 22 Sep, 11:25 AM]

Waspada Al-Qur’an palsu buatan Amerika

•September 18, 2008 • 4 Tanggapan

Al-Quran baru buatan Amerika, berbahaya dan sedang didistribusikan di Kuwait, berjudul ‘The True Furqan’ isinya bertentangan sekali. Dibuat oleh 2 perusahaan percetakan ‘Omega 2001′ dan ‘Wine Press. Judul lain buku ini “The 21st Century Quran”
Berisi lebih dari 366 halaman baik bahasa Arab dan Inggris, sekarang kabarnya didistribusikan kepada anak2/generasi muda di Kuwait di sekolah2 berbahasa Inggris disana. Bukunya sendiri memuat 77 surah, termasuk Alfatihah, Al-Jana, dan Al-Injil.
Semuanya dimulai dengan sebuah versi panjang gabungan kepercayaan Kristen tentang tiga tuhan.

Dan banyak sekali bertentangan dengan berbagai kepercayaan dalam Islam, seperti mempunyai lebih satu istri dianggap perbuatan Zina, perceraian itu dilarang, dikatakan juga bahwa Jihad adalah HARAM.

Buku yang sangat menyesatkan. Jadi tolong sampaikan kepada semua muslim sedapat kita tentang pemberitaan ini semoga Allah melindungi kita semua dari orang-orang Kafir yang jahat, mendustakan Agama Allah SWT.(Prince Muhammad/arrahmah.com)

kalau mau lihat isinya silahkan kunjungi situs ini
http://www.islam-exposed.org/furqan/contents.html

Sumber : www.arrahmah.com [Kamis 18 Sep, 08:26 AM]

AKHIR YANG BERBEDA

•September 10, 2008 • 2 Tanggapan

Bahan Renungan Untuk Anda, Sahabatku, yang mungkin terlalu sibuk bekerja…
Luangkanlah waktu sejenak untuk membaca dan merenungkan pesan ini…

Aktifitas keseharian kita selalu mencuri konsentrasi kita. kita seolah
lupa dengan sesuatu yang kita tak pernah tau kapan kedatangannya.
Sesuatu yang bagi sebagian orang sangat menakutkan.Tahukah kita kapan
kematian akan menjemput kita???

berikanlah waktu anda dan bacalah sampai habis, semoga dapat menjadikan
hikmah buat kita semua dan sadar, bahwa kita akan mati dan tinggal
menunggu waktunya,

semoga kita termasuk dalam orang-orang yang khusnul khotimah….amien….

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku
dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar doa ibuku saat pulang
dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam
shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama,
apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.

Aku sungguh heran, bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri :

“Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar- benar
mengherankan!

“Aku belum tahu bahwa disitulah kebahagiaan orang mukmin dan itulah
shalat orang orang pilihan. Mereka bangkit dari tempat tidurnya untuk
munajat kepada Allah.

Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang
matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah padahal berbagai nasehat
selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu. Setelah tamat dari
pendidikan, aku ditugaskan di kota yang jauh dari kotaku.

Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung
beban sebagai orang terasing.

Disana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi
suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup
sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati. Aku
ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol.. Di samping menjaga
keamanan jalan,tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Pekerjaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan
semangat dan dedikasi tinggi.

Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak. Aku bingung dan
sering melamun sendirian .. banyak waktu luang … pengetahuanku
terbatas.

Aku mulai jenuh .. tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku
sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan
orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentuk penganiayaan lain.

Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah sebuah
peristiwa yang hingga kini tak pernah aku lupakan.

Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas disebuah pos
jalan.

Kami asyik ngobrol … tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan
yang amat keras. Kami mengedarkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil
bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah yang berlawanan.
Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
Kejadian yang sungguh tragis.

Kami lihat dua awak salah satu mobil dalam kondisi kritis. Keduanya
segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah. Kami
cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas
dengan amat mengerikan.

Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma.
Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat. Ucapkanlah
“Laailaaha Illallaah .. Laailaaha Illallaah ..” perintah temanku.
Tetapi sungguh mengerikan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu.
Keadaan itu membuatku merinding.

Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat …

Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat. Aku diam membisu. Aku
tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah
menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti
ini.

Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat.

Tetapi …. keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.

Tak ada gunanya .. Suara lagunya terdengar semakin melemah …. lemah
dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang
kedua.

Tak ada gerak … keduanya telah meninggal dunia. Kami segera membawa
mereka ke dalam mobil. Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatahpun.

Selama perjalanan hanya ada kebisuan. Hening…

Kesunyian pecah ketika temanku mulai bicara.Ia berbicara tentang hakikat
kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk).

Ia berkata “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk..

Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya
selama di dunia.

“Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang
diriwayatkan dalam buku-buku islam. Ia juga berbicara bagaimana
seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara
lahir batin.

Perjalanan kerumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang
kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa
kami sedang membawa mayat. Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa
ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat
khusyu’ sekali.

Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu. Aku kembali
pada kebiasaanku semula .. Aku seperti tak pernah menyaksikan apa yang
menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu yang lalu. Tetapi
sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya
lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala.

Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pernah kudengar dari dua
orang yang sedang sekarat dahulu. Kejadian yang menakjubkan !.

Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu …. sebuah kejadian
menakjubkan kembali terjadi di depan mataku. Seseorang mengendarai
mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah
terowongan menuju kota . Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang
kempes. Ketika ia berdiri dibelakang mobil untuk menurunkan ban serep,
tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah
belakang. Lelaki itupun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, bukan yang menemaniku pada peristiwa pertama
cepat-cepat menuju tempat kejadian.

Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit
agar langsung mendapat penanganan. Dia masih sangat muda, wajahnya
begitu bersih.Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik,
sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika
kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang
keluar dari mulutnya.

Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an … dengan suara amat lemah.

“Subhanallah ! dalam kondisi kritis seperti itu ia masih sempat
melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an ? Darah mengguyur seluruh
pakaiannya, tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati. Dalam kondisi
seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya
yang merdu.

Selama hidup, aku tak pernah mendengar bacaan Al-Qur’an seindah itu.
Dalam batin aku bergumam sendirian “Aku akan menuntunnya membaca
syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu … apalagi
aku sudah punya pengalaman.” aku meyakinkan diriku sendiri. Aku dan
kawanku seperti terhipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang
merdu itu.

Sekonyong-konyong sekujur tubuhku merinding, menjalar dan menyelusup ke
setiap rongga. Tiba-tiba, suara itu terhenti. Aku menoleh kebelakang.

Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya
terkulai, aku melompat ke belakang.

Kupegang tangannya, degup jantungnya, nafasnya, tidak ada yang terasa.
Dia telah meninggal. Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku
menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku.

Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah meninggal. Kawanku tak
kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus
menangis air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul
sangat mengharukan. .Sampai di rumah sakit …..Kepada orang-orang di
sana , kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa
menjelang kematiannya yang menakjubkan.

Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit
yang meneteskan air mata.

Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri
jenazah dan mencium keningnya. Semua orang yang hadir memutuskan untuk
tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan
dishalatkan. . Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada
jenazah. Semua ingin ikut menyolatinya.

Salah seorang petugas rumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut
mengantar jenazah hingga ke rumah keluarganya. .

Salah seorang saudaranya mengisahkan, ketika kecelakaan, sebetulnya
almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia
lakukan setiap hari senin. Disana almarhum juga menyantuni para janda,
anak yatim dan orang-orang miskin.

Ketika terjadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula,
buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa
membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk
dibagi-bagikan kepada orang-orang yang dia santuni. Bahkan juga membawa
permen untuk dibagikan kepada anak-anak kecil.

Bila tiba saatnya kelak, kita menghadap Allah Yang Perkasa. hanya ada
satu harap, semoga kita menjadi penghuni surga. Biarlah dunia jadi
kenangan, juga langkah-langkah kaki yang terseok, di sela dosa dan
pertaubatan.

Hari ini, semoga masih ada usia, untuk mengejar surga itu, dengan
amal-amal yang nyata : “memperbaiki diri dan mengajak orang lain “

Allah Swt berfirman: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan
sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang
siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh
ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan
yang memperdayakan. ” (QS. Al-Imran:185)

Rasulullah Saw telah mengingatkan dalam sabdanya, “Barangsiapa yang
lambat amalnya, tidak akan dipercepat oleh nasabnya.”

Saudaraku, siapa yang tau kapan, dimana, bagaimana, sedang apa, kita
menemui tamu yang pasti menjumpai kita, yang mengajak menghadap Allah
SWT.

Orang yang cerdik dan pandai adalah yang senantiasa mengingat kematian
dalam waktu-waktu yang ia lalui kemudian melakukan persiapan persiapan
untuk menghadapinya.

Note : amalkan ilmu, sampaikan walau satu ayat, salah satu amalan yang
terus mengalir walau seseorang sudah mati adalah ilmu yang bermanfaat.

Begitulah hendaknya engkau nasehati dirimu setiap hari karena engkau
tidak menyangka mati itu dekat kepadamu bahkan engkau mengira engkau
mungkin hidup lima puluh tahun lagi, Kemudian engkau menyuruh dirimu
berbuat taat, sudah pasti dirimu tidak akan patuh kepadamu dan pasti ia
akan menolak dan merasa berat untuk mengerjakan ketaatan.

Nasehat ini terutama untuk diri saya sendiri, dan saudara-saudaraku
seiman pada umumnya.

Orang Cerdas Adalah Orang Yang Mengingat Akan Kematian.

Sumber : fannyanantha.blogspot.com

INFORMASI PENERBANGAN GRATIS AL-JENAZAH AIRLINES, LAYANAN PENUH 24 JAM

•September 10, 2008 • Tidak ada Komentar

Bila kita akan ‘berangkat” dari alam ini, ia ibarat penerbangan ke sebuah negara.
Dimana informasi tentangnya tidak terdapat dalam brosur penerbangan,
tetapi melalui Al-Qur’an dan Al-Hadist.
Di mana penerbangan bukannya dengan Garuda Airlines, Singapore Airlines,
atau US Airlines, tetapi Al-Jenazah Airlines.

Di mana bekal kita bukan lagi tas seberat 23Kg, tetapi amalan yang tak
lebih dan tak kurang.
Di mana bajunya bukan lagi Pierre Cardin, atau setaraf dengannya, akan
tetapi kain kafan putih.
Di mana pewanginya bukan Channel atau Polo, tetapi air biasa yang suci.
Di mana passport kita bukan Indonesia , British atau American, tetapi Al-Islam.
Di mana visa kita bukan lagi sekedar 6 bulan, tetapi ‘Laailaahaillallah’
Di mana pelayannya bukan pramugari jelita, tetapi Izrail dan lain-lain.
Di mana servisnya bukan lagi kelas business atau ekonomi, tetapi sekedar
kain yang diwangikan.
Di mana tujuan mendarat bukannya Bandara Cengkareng, Heathrow Airport
atau Jeddah International, tetapi tanah pekuburan.
Di mana ruang menunggunya bukan lagi ruangan ber AC dan permadani,
tetapi ruang 2×1 meter, gelap gulita.
Di mana pegawai imigrasi adalah Munkar dan Nakir, mereka hanya memeriksa
apakah kita layak ke tujuan yang diidamkan.
Di mana tidak perlu satpam dan alat detector.
Di mana lapangan terbang transitnya adalah Al Barzah
Di mana tujuan terakhir apakah Syurga yang mengalir sungai di bawahnya
atau Neraka Jahannam.
Penerbangan ini tidak akan dibajak atau dibom, karena itu tak perlu bimbang.
Sajian tidak akan disediakan, oleh karena itu tidak perlu merisaukan
masalah alergi atau halal haram makanan.
Jangan risaukan cancel pembatalan, penerbangan ini senantiasa tepat
waktunya, ia berangkat dan tiba tepat pada masanya.

Jangan pikirkan tentang hiburan dalam penerbangan, karena anda telah
hilang selera bersuka ria.
Jangan bimbang tentang pembelian tiket, karena tiket telah siap di
booking sejak ruh anda ditiupkan di dalam rahim ibu.

YA!BERITA BAIK!! Jangan bimbangkan siapa yang duduk di sebelah anda.
Anda adalah satu-satunya penumpang penerbangan ini.
Oleh karena itu bergembiralah selagi bisa! Dan sekiranya anda bisa!
Hanya ingat! Penerbangan ini datang tanpa ‘Pemberitahuan’ .
Cuma perlu ingat!! Nama anda telah tertulis dalam tiket untuk Penerbangan. …
Saat penerbangan anda berangkat… tanpa doa Bismillahi Tawakkaltu
‘Alallah, atau ungkapan selamat jalan.
Tetapi Inalillahi Wa Inna ilaihi Rajiuun….
Anda berangkat pulang ke Rahmatullah. Mati.

ADAKAH KITA TELAH SIAP UNTUK BERANGKAT?
‘Orang yang cerdas adalah orang yang mengingat kematian. Karena dengan
kecerdasannya dia akan mempersiapkan segala perbekalan untuk
menghadapinya. ‘

ASTAGHFIRULLAH, semoga ALLAH SWT mengampuni kita beserta keluarga…

Amiin

WALLAHU A’LAM

Catatan:
Penerbangan ini berlaku untuk segala umur… tanpa kecuali, maka
perbekalan lebih baik dipersiapkan sejak dini….. sangat tidak bijak
dan tidak cerdas bagi yang menunda-nunda mempersiapkan perbekalannya.

SUARA YANG DIDENGAR MAYAT
Yang Akan Ikut Mayat Adalah Tiga hal yaitu:
1. Keluarga
2. Hartanya
3. Amalnya

Ada Dua Yang Kembali Dan Satu akan Tinggal Bersamanya yaitu;
1. Keluarga dan Hartanya Akan Kembali
2. Sementara Amalnya Akan Tinggal Bersamanya.

Maka ketika Roh Meninggalkan Jasad…Terdengarla h Suara Dari Langit
Memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Apakah Kau Yang Telah Meninggalkan Dunia, Atau Dunia Yang Meninggalkanmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Harta Kekayaan, Atau Kekayaan Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Menumpuk Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menumpukmu
Apakah Kau Yang Telah Mengubur Dunia, Atau Dunia Yang Telah Menguburmu.”
Ketika Mayat Tergeletak Akan Dimandikan.. . ..Terdengar Dari Langit
Suara Memekik, “Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Mana Badanmu Yang Dahulunya Kuat, Mengapa Kini Te rkulai Lemah
Mana Lisanmu Yang Dahulunya Fasih, Mengapa Kini Bungkam Tak Bersuara
Mana Telingamu Yang Dahulunya Mendengar, Mengapa Kini Tuli Dari Seribu Bahasa
Mana Sahabat-Sahabatmu Yang Dahulunya Setia, Mengapa Kini Raib Tak Bersuara”

Ketika Mayat Siap Dikafan… Suara Dari Langit Terdengar Memekik,”Wahai
Fulan Anak Si Fulan
Berbahagialah Apabila Kau Bersahabat Dengan Ridha
Celakalah Apabila Kau Bersahabat Dengan Murka Allah Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Kini Kau Tengah Berada Dalam Sebuah Perjalanan Nun Jauh Tanpa Bekal
Kau Telah Keluar Dari Rumahmu Dan Tidak Akan Kembali Selamanya
Kini Kau Tengah Safar Pada Sebuah Tujuan Yang Penuh Pertanyaan.”

Ketika Mayat Diusung. .. Terdengar Dari Langit Suara Memekik, “Wahai
Fulan Anak Si Fulan..
Berbahagialah Apabila Amalmu Adalah Kebajikan
Berbahagialah Apabila Matimu Diawali Tobat
Berbahagialah Apabila Hidupmu Penuh Dengan Taat.”

Ketika Mayat Siap Dishalatkan. …Terdengar Dari Langit Suara Memekik,
“Wahai Fulan Anak Si Fulan..
Setiap Pekerjaan Yang Kau Lakukan Kelak Kau Lihat Hasilnya Di Akhirat
Apabila Baik Maka Kau Akan Melihatnya Baik
Apabila Buruk, Kau Akan Melihatnya Buruk.”

Ketika MayatDibaringkan Di Liang Lahat….terdengar Suara Memekik Dari
Langit,”Wahai Fulan Anak Si Fulan…
Apa Yang Telah Kau Siapkan Dari Rumahmu Yang Luas Di Dunia Untuk
Kehidupan Yang Penuh Gelap Gulita Di Sini Wahai Fulan Anak Si Fulan….
Dahulu Kau Tertawa, Kini Dalam Perutku Kau Menangis
Dahulu Kau Bergembira,Kini Dalam Perutku Kau Berduka
Dahulu Kau Bertutur Kata, Kini Dalam Perutku Kau Bungkam Seribu Bahasa.”

Ketika SemuaManusia Meninggalkannya Sendirian… .Allah Berkata
Kepadanya, “Wahai Hamba-Ku…. .
Kini Kau Tinggal Seorang Diri
Tiada Teman Dan Tiada Kerabat
Di Sebuah Tempat Kecil, Sempit Dan Gelap..
Mereka Pergi Meninggalkanmu. . Seorang Diri
Padahal, Karena Mereka Kau Pernah Langgar Perintahku
Hari Ini,….
Akan Kutunjukan Kepadamu
Kasih Sayang-Ku
Yang Akan Takjub Seisi Alam
Aku Akan Menyayangimu
Lebih Dari Kasih Sayang Seorang Ibu Pada Anaknya”.

Kepada Jiwa-Jiwa Yang Tenang Allah Berfirman, “Wahai Jiwa Yang Tenang
Kembalilah Kepada Tuhanmu
Dengan Hati Yang Puas Lagi Diridhai-Nya
Maka Masuklah Ke Dalam Jamaah Hamba-Hamba- Ku
Dan Masuklah Ke Dalam Jannah-Ku”

Rasulullah SAW. menganjurkan kita untuk senantiasa mengingat mati (maut)
dan dalam sebuah hadithnya yang lain, belau bersabda “wakafa bi almauti
wa’idha”, artinya, cukuplah mati itu akan menjadi pelajaran bagimu!

WTC 9/11, Tragedi ataukah Pengkhianatan?

•September 10, 2008 • 13 Tanggapan

Tujuh tahun yang lalu sebuah insiden tragis mengguncang tak hanya AS, namun juga dunia. Para manusia yang hidup di lima benua terhenyak menyaksikan sebuah kebanggaan Amerika luluh lantak diserbu teroris. Ribuan orang berakhir hidupnya di antara reruntuhan menara kembar itu.Dunia pun mulai menyatakan perang terhadap teroris, Say No to Teroris, mungkin begitulah slogan-slogan yang dijejalkan pada masyarakat. Tak lama kemudian dimulailah ‘operasi pembersihan’ di negara-negara yang dituduh sebagai ‘pabrik’ teroris, Irak dan Afganistan (yang mengherankan keduanya adalah negara muslim). Dunia pun saling curiga, siapa gerangan yang menyembunyikan Osama Bin Laden, pria berjenggot yang dituduh sebagai biang kekacauan itu.

Namun seperti kata pepatah, ‘Sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat pasti jatuh’. Setelah sekian lama mencari-cari sesuatu yang tak pasti, perlahan orang mulai menyadari ‘ada sesuatu yang salah’ dalam cerita tragedi kemanusiaan itu.

PENTAGON:

Dimulai dengan fakta penyerangan Pentagon, pusat militer AS. Menurut versi resmi pemerintah, Pentagon ditubruk oleh pesawat penumpang Boeing 757 yang dibajak oleh teroris. Namun anehnya jika memang demikian faktanya, mengapa kerusakan yang timbul tak sedemikian parah. Bagaimana mungkin burung besi sepanjang 44 kaki dan selebar 124 kaki itu hanya mampu menciptakan lubang berdiamater 16 kaki?

Lalu mengapa di TKP tak ada bangkai pesawat, serpihan mesin, roda dan kursi penumpang, mungkinkah mereka terbakar habis. Lalu kemana juga para penumpangnya, mengapa tak ada petunjuk tentang keberadaan mereka?

Untuk memperkuat berita penyerangan itu, warga Amerika dan dunia disuguhi foto tentang sebuah objek kecil yang digadang-gadang sebagai serpihan pesawat Boeing 757. Namun gambar sebuah kipas pesawat yang diabadikan oleh Jocelyn Augustino, fotografer FEMA memunculkan kecurigaan, pasalnya kipas mesin 757 yang asli sangat berbeda dengan yang ada di foto tersebut.

Demikian dikatakan John W. Brown, jurubicara Rolls Royce. Lho kenapa perusahaan otomotif ikutan berkomentar tentang insiden penyerangan yang dilakukan teroris kelas tinggi ini? Pasalnya setelah diusut-usut, ternyata Pratt & Whitney dan Rolls Royce menjalin kerjasama untuk memproduksi mesin yang dipakai si burung besi ini. Kipas mesin yang asli berdiamater 7 kaki, sementara foto FEMA menunjukkan kipas singel yang hanya berdiameter 3 kaki.

Para saksi mata rata-rata menyatakan bahwa ’si penyerang’ bukanlah pesawat. Lon Rains mengatakan, “Aku mendengar suara yang sangat keras, seperti sesuatu yang lewat dengan sangat cepat. Awalnya aku mengira itu sebuah missil.” Sementara itu Don Parkal berpendapat, “Itu adalah sebuah bom, aku bisa mencium bau cordite (bahan pembuat bom). Aku tahu saat itu ada bom meledak di sesuatu tempat.”

Dengarkan pula Tom Seibert yang bersikeras bahwa dirinya yakin suara yang didengarnya adalah suara missil. Meski bukti-bukti ini cukup untuk mempertanyakan keabsahan pernyataan bahwa Pentagon ditabrak sebuah pesawat, namun para pejabat militer AS tetap mempertahankan apa yang telah diumumkannya.

Entah mana yang benar, tapi marilah kita berfikir dengan logika sederhana. Jika benar ada Boeing 757 yang berisi ribuan liter avtur (bahan bakar pesawat) ditubrukan ke sebuah bangunan, maka ’seharusnya’ sekitar TKP mengalami kebakakaran hebat dengan suhu mencapai 3.000 derajat celcius. Dalam kondisi ini benda-benda yang ada disekitar lokasi akan hangus terbakar atau meleleh karena terkena panas.

Tapi dari tampilan yang ada, tampak nyata kalau benda-benda seperti meja, buku telepon yang seharusnya hangus terbakar justru sehat wal-afiat. Mereka hanya rusak!!! Demikian juga pesawat telepon yang terbuat dari plastik, ia tidak meleleh terkena panas api dan tetap ‘nongrong’ rapi di tempatnya semula.

Lucunya lagi, foto yang mempertunjukkan keanehan ini dirilis resmi oleh Pentagon sendiri. Lalu pada foto lain yang diambil dari kamera keamanan, terlihat gedung tersebut meledak dengan dahsyat, namun anehnya … dalam foto tersebut tidak ditemui pesawat yang menubruk gedung. Ini sangat tidak masuk akal.

Enam bulan kemudian sesudah penyerangan, orang Amerika mulai pulih dari keterkejutannya dan menyadari adanya keanehan. Pentagon segera saja menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan merilis foto-foto yang diambil dari peristiwa ‘bunuh diri’ Boeing 757 itu. Bukannya puas, foto-foto itu justru menimbulkan lebih banyak pertanyaan.

Seperti misalnya, mengapa semua foto itu bertanggal 12 September 2001 pukul 5:37 PM (lebih satu hari dan delapan jam dari peristiwa yang sesungguhnya). Kedua, meski tahu bahwa gambar-gambar itu memiliki resolusi yang sangat rendah para ofisial Pentagon tidak memperkenankan diadakan analisa lebih lanjut pada foto tersebut.

Ketiga, di sudut sebuah foto ada label ‘pesawat’ (untuk menunjukkan posisi pesawat penyerang), namun tidak ada tanda-tanda keberadaan sesuatu yang mirip atau dapat disebut sebagai Boeing 757. Keempat, mengapa foto-foto itu berasal dari satu kamera pengawas, dimana foto-foto dari kamera pengawas yang lain.

Sebuah tempat yang menjadi pusat pertahanan Amerika pastinya dilengkapi belasan kamera pengawas di setiap sudutnya yang pastinya juga merekam adegan penabrakan itu. Okelah bila Pentagon terlalu pelit untuk membagi foto-foto dari kamera pengawasnya, namun ternyata ada tiga kamera pengawas diluar Pentagon yang sempat merekam penyerangan ini.

Kamera pengawas di sebuah pos bensin di seberang I-135, kamera pengawas di atap Hilton International Hotel dan sebuah kamera pengawas di Departemen Transportasi Virginia Department seharusnya juga merekam adegan penabrakan (jika memang benar-benar terjadi) bangunan pemerintah di Interstate 135 itu. Namun sayangnya tak lama setelah kejadian, para agen federal keburu muncul untuk mengambil rekaman dari ketiga kamera pengawas itu.

Hingga kini isi ketiga rekaman video itu tak pernah muncul ke masyarakat.

THE WORLD TRADE CENTER:

Kejanggalan pun muncul dari peristiwa penyerangan menara kembar WTC, Marc Bernback, staf Fox News yang menayangkan langsung adegan ini mengatakan bahwa pesawat yang menyerang Tower Selatan itu tak memiliki jendela. Berdasar keterangan ini, diperoleh kesimpulan bahwa si penyerang bukan pesawat penumpang, melainkan sebuah pesawat kargo.

Marc menggambarkan pesawat itu berwarna biru dengan logo bulat di depan pesawat. “Sepertinya pesawat itu bukan berasal dari bandara umum,” tambahnya sambil berspekulasi bahwa pesawat itu mungkin berasal dari bandara militer.”

 

Fox News, CNN, MSNBC dan jaringan berita lainnya merekam penuturan para saksi yang mengatakan mereka mendengar bunyi ledakan lain di sekitar World Trade Center SETELAH kedua pesawat pembajak itu menabrak target masing-masing. Para saksi mata yang terdiri dari anggota polisi, petugas pemadam kebakaran, reporter dan para pelaku bisnis yang ada di sekitar lokasi.

Posisi mereka saat kejadian memungkinkan mereka dapat mengetahui secara jelas tentang apa yang tengah terjadi. Bahkan untuk meyakinkan diri, mereka saling bertanya satu sama lain apakah itu suara gedung runtuh ataukan suara ledakan. Keesokan harinya saat kembali ke lokasi peristiwa, orang-orang mulai yakin bahwa apa yang mereka dengar sehari sebelumnya adalah bunyi ledakan.

“Suaranya seperti bom .. ledakannya sangat keras.” Salah seorang saksi mata, seorang ahli fisika yang diwawancarai Fox News mengatakan, “Aku yakin itu suara bom .. aku sungguh sangat yakin.”

Saksi mata lainnya, Louie Cacchioli, 51, seorang petugas pemadam kebakaran yang bertugas di mobil PMK nomor 47 yang sempat ‘nongol’ di majalah People edisi 24 September 2001 mengisahkan, “Kami yang pertamakali datang ke menara kedua setelah pesawat itu menabraknya. Aku bersama sejumlah rekan-rekanku tengah berada di lantai 24 untuk membantu mengevakuasi para korban. Saat itulah kami mendengar suara ledakan bom.”

Dalam dokumentasi “The Filmmakers Commemorative Edition”, sebuah film yang mengisahkan tentang para petugas pemadam kebakaran New York yang dibuat oleh Gedeon dan Jules Naudet, ada petugas PMK yang membeberkan analisa tentang kemungkinan bahwa ada bahan peledak dalam jumlah besar yang ditanam di menara utara dan menara selatan.

“Lantai demi lantai satu persatu rontok, ini biasanya terjadi jika bom itu dipasang dengan tujuan merontokkan bangunan itu.” Para petugas pemadam kebakaran itu bukan satu-satunya yang menyadari ada hal yang tidak biasa pada peristiwa runtuhnya menara kembar itu. Sejumlah peliput berita dan reporter siaran langsung juga mulai memberi komentar pada liputannya tentang runtuhnya menara selatan dan menara utara itu.

Masing-masing berusaha memberikan perbandingan bagaimana kedua menara itu perlahan ambruk laksana sebuah penghancuran yang terkendali. mainan yang dikontrol. Satu persatu para reporter memberikan laporan pandangan mata. “Kami mendengar bunyi ledakan keras, dan kini kami melaporkan ledakan kedua.” “Oh kini namapknya ada empat ledakan, atap menara itu baru saja runtuh. “

“Kami mendengar sebuah ledakan besar. Belum diketahui bagaimana ledakan itu bisa terjadi.” Rick Sanchez, yang melaporkan langsung untuk MSNBC, mengatakan, “Aku berbincang dengan beberapa petugas polisi beberapa saat lalu dan mereka mengatakan bahwa mereka yakin bahwa salah satu ledakan di World Trade Center, selain ditabrak pesawat juga berasal dari sebuah van yang diparkir di gedung.

Mereka yakin mobil itu memuat sejenis bahan peledak. Dalam kesempatan terpisah ia juga menuturkan bahwa polisi yang tengah menyisir TKP menemukan ‘Obyek mencurigakan’ yang dikhawatirkan akan menimbulkan ledakan lagi. Demikian mencurigakannya ‘obyek’ tersebut hingga orang enggan meyakini bahwa ledakan ini dipicu oleh teroris yang membajak pesawat setelah berhasil mengancam pilot dengan bantuan pisau pemotong kertas (cutter).

Mereka yakin ada hal lain yang tersembunyi di balik insiden WTC 11 September 2001.

 

KEJANGGALAN PENERBANGAN 175 :

Ada rekaman video yang sangat kontroversial yang didapat dari empat sumber berbeda. “America Remembers” (CNN), “Why The Towers Fell” (BBC), “Son of Al Qaeda” (PBS) dan “The Filmmakers Commemorative Edition” (Gedeon and Jules Naudet). Rekaman ini juga diperkuat oleh rekaman independen, yaitu rekaman yang dibuat para warga New York.

Dalam rekaman yang ditayangkan CNN terlihat bahwa Pesawat Boeing 767 itu masuk dari sisi kiri dan menerjang sudut menara selatan dengan kecepatan penuh. Image ini sempat tampil di lusinan majalah nasional yang beredar di seluruh negara dan juga menjadi ‘dokumen wajib’ yang menghiasi film-film tentang tragedi 9/11.

Namun banyak orang tidak tahu bahwa dibagian bawah pesawat, tepat di sebelah kanan tangki bahan bakar, nampak ada ‘obyek aneh’ yang berformat tiga-dimensi. Jika dibandingkan, ‘tonjolan’ ini nampak sedikit lebih kecil daripada mesin pesawat. Ingatlah bahwa mesin 767 kira-kira diameternya sebesar 9 kaki dengan panjang 12 kaki.

Kesan pertama yang muncul adalah ‘obyek’ itu muncul akibat pantulan cahaya dan bayangan, namun tidak demikian menurut para ahli. La Vanguardia, majalah terbitan Barcelona, Spanyol, menerbitkan laporan dari Spanish University pada Juni 2003 yang menegaskan bahwa ‘obyek’ itu memang berbentuk tiga dimensi dan BUKAN akiibat pantulan ataupun bayangan.

Kesimpulan ini diperoleh lewat analisis digital menyeluruh. Hal ini menimbulkan suatu hal menarik untuk dipertanyakan, benda apakah yang ‘nongkrong’ di bawah perut pesawat penerbangan 175? Apa hubungan benda itu dengan serangan 9/11? Bagaimana mungkin pesawat ‘aneh’ itu bisa lepas landas dari bandara komersial tanpa terdeteksi adanya suatu keanehan?

Marilah merenung sebentar dan bertanya, “Apakah pesawat ini berangkat dari bandara komersil?”. Salah seorang karyawan Fox News menyatakan bahwa pesawat tersebut tidak memiliki jendela penumpang. Lalu pertanyaannya adalah, perusahaan penerbangan apa yang tidak menyediakan jendela penumpang? Dan jawabannya hanya satu : TIDAK ADA.

Seorang pembaca berita Fox News melontarkan pemikirannya pada para pemirsa, “Apakah mungkin pesawat itu merupakan pesawat kargo? Setelah pencarian selama beberapa minggu, akhirnya sebuah tim peneliti independen berhasil mendapat foto pesawat militer Boeing 767. Pesawat ini dibeli AU AS dari pihak Boeing untuk mengantikan pesawat seri KC-130.

Dan fakta paling mengejutkan adalah bahwa pesawat ini tidak memiliki jendela penumpang dan bahwa sebenarnya ini adalah pesawat pengisi bahan bakar. Apakah pesawat ini sama jenisnya dengan yang yang menabrak Menara Selatan?

Pada penyelidikan lebih lanjut tentang pesawat yang menabrak menara kedua tidak ditemui sesuatu yang aneh, atau sebenarnya ada namun kita tidak menyadarinya? Saat rekaman video runtuhnya menara kembar WTC diputar dengan kecepatan normal, yaitu 30 gambar per detik, memang semuanya tampak biasa saja.

Keanehan baru muncul saat rekaman itu diputar lebih lambat, dari 100% ke 2%. Yaitu ketika pesawat menabrak menara, tepat di sebelah kanan hidung pesawat, terlihat cahaya merah yang sangat terang. Beberapa orang berspekulasi bahwa cahaya ini adalah cahaya oleh matahari yang terpantul pada permukaan pesawat yang terbuat dari logam.

Benarkah demikian? Mari kita lihat sekali lagi perihal bagaimana sebuah pantulan dapat tercipta. Pantulan hanya dapat terlihat dari sudut tertentu. Misalnya dengan memakai bantuan cermin kita dapat memantulkan sinar matahari dan mengarahkannya ke berbagai titik di angkasa. Ini adalah hasil langsung pemantulan satu permukaan yang hanya dapat dilihat dari satu sudut saja. Singkatnya, suatu pantulan hanya dapat dilihat dari sudut tertentu.

Jika kita menjauhi posisi tersebut, maka pantulan itu tidak akan terlihat lagi. Dalam sebuah pengujian dengan bantuan empat rekaman dari sudut yang berbeda dapat ditarik kesimpulan bahwa cahaya itu bukan pantulan cahaya. Faktanya, dalam salah satu rekaman paling spektakuler, penonton dapat melihat bahwa cahaya merah itu diarahkan tepat ke saluran bahan bakar.

Ada juga beberapa pendapat yang mengukuhkan bahwa cahaya tersebut adalah lampu pendaratan yang dipasang dibawah tiap sayap pesawat dan lampu inilah yang menerangi permukaan gedung. Teori ini kedengarannya masuk akal. Namun jika rekaman yang diambil dari sudut di bawah pesawat itu diamati lebih lanjut maka akan terlihat sisi pesawat yang lain.

Lalu apakah ada cahaya, pantulan atau percikan cahaya pada sisi kiri pesawat? Sama sekali tidak ada. Jadi jika kita hapus kemungkinan bahwa cahaya tersebut berasala dari pantulan maupun lampu pendaratan, apakah hal ini membawa penjelasan yang lebih jauh terhadap misteri ini?

KEJANGGALAN MENARA SATU

Yang kita butuhkan adalah konfirmasi lebih jauh bahwa ada sesuatu yang aneh tengah terjadi. Sekarang mari kita alihkan perhatian pada menara utara, bangunan pertama yang ditabrak oleh pesawat. Manakala rekaman ini diputar lambat, akan terlihat kejanggalan.

Muncul ledakan cahaya sangat kuat, yang terjadi sesaat sebelum pesawat menyentuh bangunan. Dalam kasus ini, ledakan cahaya itu nampak seperti ledakan asap putih raksasa. Kesan pertama yang muncul adalah bahwa ledakan ini berasal dari dinding luar gedung yang hancur membentuk suatu kumpulan debu raksasa.

Teori ini juga bisa diterima sampai rekaman itu diputar mundur dalam gerakan lambat. Tampak jelas dalam rekaman itu bahwa pesawat berusaha menghindari bangunan sebelum ledakan terjadi. Ada sebuahsumber yang mengkonfirmasi bahwa ledakan cahaya misterius itu bukan hanya sekali, tetapi dua kali.

 

Lalu apa arti semua ini? Mudah saja, bahwa ada lebih banyak hal yang tersembunyi di balik tragedi pagi itu, bahkan lebih banyak dari apa yang dipercayai oleh warga Amerika. Kami tak mampu dan tak berniat menjawab semua pertanyaan yang muncul dalam ulasan ini, namun kami hanya ingin bertanya.

Semua orang yang membaca artikel ini berhak memutuskan apakah apa yang mereka ketahui baru saja ini membutuhkan penelitian lebih lanjut. Suatu hari nanti ketika semua pertanyaan itu telah terjawab, rakyat Amerika akan merasa dikhianati. Pertanyaan-pertanyaan serius akan bermunculan menghantam para pejabat yang mereka percayai untuk menjalankan negara adidaya itu.

Rekaman video dan foto adalah fakta yang sesungguhnya, yang menjadi bukti adanya konspirasi untuk menutupi fakta lain pada tragedi 9/11. Wartakan fakta baru ini pada semua orang yang anda kenal, tanyakanlah pula bagaimana nasib orang-orang yang berada di pesawat tersebut. Jika anda yakin ‘ada yang salah’, maka buka cakrawala anda .. cari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun jika anda tetap yakin bahwa teroris yang melakukan 9/11, maka hapus semua bayangan yang muncul seusai anda membaca ulasan ini.

Sumber : www.kapanlagi.com

Telegraf : Taliban Mengancam Menyerang Logistik Vital NATO

•September 1, 2008 • Tidak ada Komentar

Mujahidin Taliban menggunakan taktik gerilya sejak beberapa tahun lalu, mereka membajak atau menghancurkan truk-truk besar yang merambat di jalan sempit yang membawa logistik tentara kafir, lalu menjualnya di pasar lokal untuk membiayai serangan-serangan baru.
Seorang anggota suku di wilayah Khybar yang tidak ingin disebutkan namanya, mengatakan telegraf yang dikirim minggu menyebutkan tentara Pakistan telah gagal mengendalikan pass (pintu masuk).

“Kalian lihat, kendaraan-kendaraan yang dihancurkan oleh roket-roket di sisi jalan,” ia berkata “rongsokan dari kendaraan tersebut tidak akan lama berada di sana.  Para tentara akan membersihkannya seakan-akan tidak terjadi apa-apa dan mereka masih memegang kontrol.  Padahal mereka telah diambang kekalahan.”  Lanjutnya.

Banyaknya serangan terhadap konvoi suplai untuk militer, selalu dirahasiakan oleh militer.  Di tahun ini saja, sedikitnya 42 tangki minyak telah dihancurkan oleh kelompok mujahidin Taliban.

Sekitar 70 persen bahan bakar, pakaian, dan makanan yang dibutuhkan tentara NATO diangkut oleh truk-truk besar melalui Pass Khybar, satu rute perjalanan yang panjang dari Pakistan menuju Kabul, yang dimulai dari pelabuhan Karachi di Pakistan.

Rute tersebut terlalu beresiko untuk mengangkut perlengkapan perang dan senjata-senjata.  Ada harapan bahwa tentara Rusia dapat membantu NATO melindungi suplai logistik tersebut sampai ke tempat tujuan dengan selamat.  Tetapi kini, tentara Rusia sedang berkonsentrasi dengan perang di Georgia.

“Jika NATO kehilangan kontrol, mereka harus menemukan jalur baru,” ujar Mathew Clements, analis Eurasia.  “Tetapi rute lain akan lebih sulit dan lebih mahal.  Hal itu akan mengganggu kelancaran operasi militer mereka.”  Jelasnya.

Hasil rampasan yang kemudian di jual di pasar Peshawar, yang berisi peralatan dan seragam-seragam militer AS secara terbuka dipajang untuk dijual.

Taktik Mujahidin Taliban serupa dengan gerilya-gerilya yang dilakukan mujahidin pada tahun 80-an untuk menyerang konvoi suplai Tentara Soviet.

Sumber : www.arrahmah.com [Senin 01 Sep, 08:32 AM]

Jihad ISlam Mengancam Israel dengan “Api-api dari Neraka”

•September 1, 2008 • Tidak ada Komentar

Mujahidin Palestina yang tergabung dalam kelompok Jihad Islam Sabtu lalu mengancam  akan melepaskan “api-api dari neraka” kepada Israel.  

“Kami akan melepaskan api-api dari neraka jika musuh pendukung Zionisme melanjutkan kejahatan-kejahatannya,” ujar pemimpin militer, Abu Hamzah setelah melatih kurang lebih 800 mujahidin untuk menyerang Israel.

“Kami siap menghadapi putaran berikutnya,” ia menambahkan.  “Pasukan Zionis ingin mengambil keamanan dan kedamaian di daratan kami.”  Lanjut Abu Hamzah.

Abu Hamzah mengatakan kelompoknya memiliki ratusan roket yang siap diluncurkan untuk Israel.

Khader Habib, pemimpin politik kelompok tersebut mengatakan, Jihad Islam tidak akan beristirahat sampai kami membebaskan seluruh wilayah Palestina dari cengkraman Zionis Israel.

Para mujahidin telah lebih dulu melakukan latihan-latihan menggunakan roket.  Dan kini mereka telah siap menyerang Israel.

Sumber : www.arrahmah.com [Ahad 31 Ags, 06:54 AM]